RENUNGAN HARIAN

KONTAK

Tampilkan postingan dengan label RENUNGANHARIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGANHARIAN. Tampilkan semua postingan

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Senin, 20 September 2021

 Bacaan dari Kitab Ezra (1:1-6)

       
"Barangsiapa termasuk umat Allah, hendaknya ia pulang ke Yerusalem dan mendirikan rumah Allah."
    
Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh untuk menggenapkan firman yang diucapkan Nabi Yeremia. Maka di seluruh kerajaan diumumkan secara lisan maupun tulisan demikian, “Beginilah perintah Koresh, raja Persia: ‘Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugasi aku mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Barangsiapa di antara kalian yang termasuk umat Allah, semoga Allah menyertai dia! Hendaknya ia berangkat pulang ke Yerusalem yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah Tuhan, Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. Dan setiap orang Israel yang masih hidup, di mana pun ia berada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah di Yerusalem’.” Maka, berkemas-kemaslah kepala-kepala keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta imam dan orang-orang Lewi; pendek kata setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Allah yang ada di Yerusalem. Dan semua orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan perak dan emas,harta benda dan ternak, dan dengan pemberian yang indah-indah, selain segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, 
(Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Ul:lh.3)
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawaria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.

2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.

3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
\
4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bait Pengantar Injil, 
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 5:16)
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu yang di surga.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (8:16-18)
  
"Pelita ditempatkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya."
  
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar. Karena barangsiapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya, akan diambil.”

Demikianlah Sabda Tuhan
Terpujilah Kristus


Renungan 
  
Selama tahun 60-an dan 70-an, ada penekanan untuk berdoa bagi pertobatan Rusia.

Selama periode itu, Komunisme menyebar dan mengancam tidak hanya pemerintahan demokratis tetapi juga Gereja.

Pada saat itu siapa yang akan percaya bahwa dalam waktu sekitar 30 tahun, Uni Soviet yang perkasa akan pecah dan Tembok Berlin akan runtuh dan Komunisme akan kehilangan sengatnya?

Jika 30 tahun terasa lama, lalu bagaimana dengan 70 tahun?

Begitulah lamanya orang-orang Yahudi diasingkan di negeri asing Babel.

Tetapi ketika Cyrus, raja Persia berkuasa, dia membuat keputusan mengejutkan untuk membiarkan orang-orang Yahudi kembali ke tanah air mereka dan bahkan menawarkan untuk membantu mereka membangun kembali Bait Suci.

Jadi 70 tahun kegelapan dan keputusasaan memberi jalan kepada cahaya yang telah lama ditunggu-tunggu.

Saat kita melewati masa-masa kelam dan sulit dalam hidup kita, mari kita renungkan betapa seringnya Tuhan membebaskan umat-Nya dari perbudakan.

Terang Allah yang luar biasa bersinar melalui masa-masa gelap dan tanpa harapan yang membawa kebebasan dan sukacita.

Terang Allah akan bersinar melalui kita. Semoga kita menjadi kaki pelita agar orang lain dapat melihat terang Tuhan.  
  
Doa untuk Gereja yang dianiaya (bdk. PS 178)
     
Allah, Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu, karena Yesus telah menghimpun umat baru bagi-Mu, yakni Gereja. Sungguh berat perjuangan-Nya untuk mewujudkan umat baru itu; la harus menderita, bahkan harus wafat di salib. Tetapi la sendiri telah meyakinkan kami bahwa la mendirikan Gereja-Nya di atas batu karang, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Bapa, keyakinan ini pulalah yang telah memberikan kekuatan besar kepada para murid-Nya yang harus menderita karena nama-Nya. Kami ingat akan para rasul yang dikejar-kejar, ditangkap, dan dipenjarakan karena nama Yesus. Kami ingat akan Stefanus yang demi kesetiaannya kepada Yesus harus menanggung penganiayaan yang kejam, dibunuh dengan dilempari batu. Tetapi dengan perkasa dia sendiri mendoakan orang-orang yang menganiayanya dan memohonkan pengampunan dari-Mu. Juga kami ingat akan Rasul Paulus, yang selalu membawa salib Kristus ke mana pun pergi.

Semoga teladan hidup mereka menyadarkan kami semua, terutama saudara-saudara kami yang sedang dianiaya di Timur Tengah. Betapa besar kekuatan yang Kau berikan kepada mereka yang dianiaya demi nama Yesus. Semoga kesadaran itu membangkitkan pula kekuatan dan ketabahan dalam diri mereka. Semoga mereka tetap setia, bahkan merasa bangga karena boleh ikut memanggul salib Kristus, dan memberikan kesaksian tentang salib yang sungguh memberikan kekuatan. Demi Kristus, Tuhan kami. (Amin.)

Bacaan Kitab Suci dan Renungn Harian, Sabtu 18 September 2021

Sabtu, 18 September 2021


“Semua kerugian yang masuk ke dunia berasal dari ketidaktahuannya akan kebenaran-kebenaran Kitab Suci secara jelas dan benar” (St. Teresa dari Avila)


Benih itu sabda Allah. Yang jatuh di tanah subur, ialah orang yang mendengarkan sabda Allah, memeliharanya dalam hati baik dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.
(Luk 8:11.15)

Doa Pembuka


Allah Bapa, sumber segala kehidupan, berkenanlah membantu kami agar dapat berpegang teguh pada Putra-Mu, melaksanakan Sabda-Nya dan mewujudkan kedamaian-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus Allah, sepanjang segala masa. Amin.
        
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (6:13-16)
   
"Taatilah perintah ini tanpa cacat sampai saat kedatangan Tuhan."
    
Saudara terkasih, di hadapan Allah yang menghidupkan segala sesuatu dan di hadapan Yesus Kristus yang memberi kesaksian yang benar di hadapan Pontius Pilatus, aku memperingatkan engkau, “Taatilah perintah ini tanpa cacat dan tanpa cela hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Saat itu akan ditentukan oleh Penguasa satu-satunya yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada kematian, dan bersemayam dalam cahaya yang tak terhampiri. Tak seorang pun pernah melihat Dia, dan tak seorang manusia pun dapat melihat Dia. Bagi Dialah hormat dan kuasa yang kekal. Amin.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, 
(Mzm 100:2.3.4.5; Ul: 3c)
Ref. Datanglah menghadap Tuhan dengan sorak-sorai.

  1. Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
   
   
Inilah Injil Suci menurut Lukas (8:4-15)
   
"Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam ketekunan."
      
Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, “Adalah seorang penabur keluar menaburkan benih. Waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung di udara sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan tumbuh sebentar, lalu layu karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, sehingga terhimpit sampai mati oleh semak-semak yang tumbuh bersama-sama. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat.” Sesudah itu Yesus berseru, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar.” Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis, lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri, ialah orang yang mendengar sabda itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.”

Demikianlah Sabda Tuhan
Terpujilah Kristus

  

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Minggu 19 September 2021

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Sabtu, 18 September 2021

“Sebagaimana Ia menampakkan diri dalam sungguh Tubuh-Nya kepada para rasul kudus, demikianlah juga sekarang Ia menampakkan Diri-Nya kepada kita dalam roti suci; dan sebagaimana mereka dengan mata jasmani mereka melihat hanya tubuh-Nya, namun dengan mengkontemplasikan-Nya dengan mata rohani mereka, percaya bahwa Ia adalah Allah, demikian pula kita, melihat roti dan anggur dengan mata jasmani, kita melihat dan mempercayainya teguh sebagai sungguh Tubuh-Nya dan Darah-Nya yang mahasuci. Dan dengan cara ini Tuhan kita senantiasa bersama umat-Nya, sebagaimana Ia Sendiri mengatakan: `Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'” (St. Fransiskus dari Assisi


Doa Pembukaan

Allah Bapa Yang Maha Pengasih, melalui Putra-Mu, Engkau selalu membela kaum yang lemah, miskin dan menderita. Kami mohon, semoga semangat belas kasih Putra-Mu itu senantiasa menjiwai kami sehingga kami pun berani memihak dan memberikan pertolongan nyata kepada saudara-saudari kami yang lemah, miskin dan menderita. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (2:12.17-20)
     
   
“Hendaklah kita menjatuhkan hukuman keji terhadapnya.”
      
Orang-orang fasik berkata satu sama lain, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan, serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Cobalah kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Allah akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, 
 (Mzm 54:3-4.5.6.8)
Ref. Tuhanlah yang menopang aku

  1. Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!
  2. Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Allah
  3. Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu, aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.


Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (3:16-4:3)
   
“Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.”
     
Saudara-saudaraku yang terkasih, di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran itu ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari hawa nafsumu yang saling bergulat di dalam dirimu? Kamu mengingini sesuatu tetapi tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh. Kamu iri hati, tetapi tidak mencapai tujuan, lalu kamu bertengkar dan berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta akan kamu gunakan untuk memuaskan hawa nafsu.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


Inilah Injil Suci menurut Markus (9:30-37)
     
“Anak Manusia akan diserahkan .... Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi pelayan dari semuanya.”
    
Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung, Ia dan murid-murid-Nya melintas di Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang, sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia. Tetapi tiga hari setelah dibunuh, Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada Yesus. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika sudah di rumah, Yesus bertanya kepada para murid itu, “Apa yang kamu perbincangkan tadi di jalan?” Tetapi mereka diam saja; sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya.” Yesus lalu mengambil seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka. Kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka, “Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi nama-Ku, ia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, sebenarnya bukan Aku yang mereka terima, melainkan Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus



SIKAP ORANG BERIMAN TERHADAP UANG

SIKAP ORANG BERIMAN TERHADAP UANG

Teman-teman terkasih, dalam salah satu suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus mengatakan bahwa  " ...akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan" . Di satu sisi kita sungguh memahami bahwa dalam kehidupan kita, uang merupakan sarana hidup yang penting Kehadiran uang dalam kehidupan manusia sangatlah membantu. Bisa dibayangkan, jika di dunia ini tidak ada uang, manusia akan mengalami kesulitan dalam melakukan pertukaran barang dan jasa. Akan tetapi, di balik kegunaan uang yang dapat dikatakan sangat vital, uang juga dapat menjadi suatu bumerang bagi kehidupan manusia, khususnya orang-orang percaya. Lalu, apakah dampak negatif dari uang juga dapat memengaruhi umat  Kristen yang notabenenya belum bertanggung jawab untuk mencari uang? Jelas bisa.

Gambar: Mengelola Uang

Dalam beberapa kasus kriminal , muncul suatu fakta bahwa kebanyakan orang yang melakukan tindakan kriminal seperti pencurian, perdagangan narkoba, pencopetan, bahkan pelacuran, dsb., dilatarbelakangi oleh kebutuhan finansial. Sementara itu, jika kita melihat tayangan media akhir-akhir ini, kita melihat begitu banyak orang  yang menggunakan uangnya untuk hal-hal yang tidak berguna, seperti: bermain game online secara berlebihan, membeli narkoba, minuman keras, pesta pora, kemewahan, dsb.. .

Apa Kata Alkitab tentang Uang?

Alkitab banyak berbicara tentang hal yang berkaitan dengan uang dan permasalahannya. Sebagai contoh, Amsal 28:20 berkata, "Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman." Masih ada beberapa ayat dalam Amsal yang menyinggung tentang kekayaan seperti dalam Amsal 10:15; 11:4; 18:11; 23:5. Begitu juga dengan Amsal 6:1-5; 20:16; 22:7, 26-27 yang berbicara mengenai utang-piutang. Bukan hanya itu, bahkan Amsal juga berbicara tentang suap seperti dalam Amsal 17:23, "Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi untuk membelokkan jalan hukum." Juga dalam Amsal 17:8; 18:16; 21:14; dan 28:21. Beberapa ayat yang juga berbicara tentang uang adalah Amsal 6:6-11; 1 Timotius 6:6-11 (mengenai pemalas); Pengkhotbah 5:8-6:12 (mengenai sisa-sisa kekayaan); Lukas 6:38; 2 Korintus 9:6-15 (mengenai memberi); Lukas 16:1-13 (berbicara mengenai penata layanan), dan masih banyak yang lainnya.

Lalu, apa sesungguhnya yang dikatakan Alkitab mengenai uang? Satu kata yang paling tepat adalah "bijaksana". Alkitab ingin setiap orang percaya memiliki sikap yang bijaksana terhadap uang maupun kekayaannya. Ketika seseorang memiliki sikap yang bijaksana terhadap uang, maka dalam segala hal yang berhubungan dengan uang, dia akan berlaku bijaksana juga, misalnya dalam motivasinya untuk mendapatkan uang, dalam mencari uang, dan dalam mempergunakan uang. Dengan demikian, dia tidak akan mudah terjerat oleh beberapa masalah yang berkaitan dengan uang dan harta, seperti: rakus, tamak, pemborosan, kikir, bahkan mencintai uang yang berakhir pada penyembahan berhala.

Sikap yang Keliru terhadap Keuangan

Banyak peristiwa di sekitar kita yang membuka mata kita bahwa banyak orang mengalami masalah yang berkaitan dengan keuangan. Masalah keuangan yang dimaksud di sini bukanlah masalah kekurangan keuangan saja, melainkan juga masalah sehubungan dengan pengelolaan uang dan masih banyak lagi. Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab dari permasalahan tersebut sehingga banyak orang bermasalah dengan penggunaan uang. Mengapa hingga hari ini masih banyak umat Kristen yang menyukai hidup hedonisme, materialisme, konsumtif, dan lain sebagainya? Apakah hal itu berkaitan dengan cara didik orang tua yang salah atau karena lingkungan? Jawabannya adalah karena sikap orang yang keliru terhadap uang dan harta benda.

Sebagai orang percaya, kita harus peka terhadap pekerjaan Iblis. Iblis senantiasa bekerja untuk menjatuhkan para umat beriman melalui cara-cara yang tidak terduga, salah satunya melalui uang. Iblis sering kali membelokkan pikiran anak-anak Tuhan sehingga mereka berpikir bahwa uang dapat memberikan kebahagiaan kepada mereka, memberikan kehidupan yang layak, kehormatan, kekuasaan, dan harapan. Hal inilah yang kemudian membuat para kita  menganggap bahwa uang adalah "yang berkuasa" dan "sangat penting", melebihi Sang Pencipta. Sikap seperti inilah yang kemudian membuat orang  memiliki motivasi yang salah terhadap uang dan berlanjut pada pencarian uang dengan cara yang tidak benar, serta penggunaan uang yang hanya berpusat pada keinginan pribadi.

Sikap yang Benar terhadap Uang

1. Menyadari bahwa Allah adalah sumber berkat (Ulangan 8:18).Dalam Lukas 16:10-31, Tuhan

Yesus menyinggung beberapa hal berkaitan dengan keuangan. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa sehat tidaknya kehidupan rohani seseorang ditunjukkan dengan benar tidaknya sikapnya terhadap uang atau harta. Dari tiga puluh delapan perumpamaan yang disampaikan Yesus, enam belas di antaranya berbicara tentang uang. Di dalam Alkitab sendiri, ada lima ratus ayat yang membahas tentang doa, lima ratus ayat tentang iman, dan lebih dari dua ribu ayat berbicara tentang uang. Hal ini menunjukkan bahwa Alkitab menilai uang sebagai permasalahan begitu penting. Lalu, bagaimanakah sikap orang  Kristen seharusnya terhadap uang dan harta yang ada pada mereka supaya dapat berkenan di mata Tuhan? Berikut ini kita akan melihat sikap benar yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen terhadap uang dan harta mereka.

2. Menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan (Imamat 25:23, BIS).

Sebagian orang memiliki pemahaman yang salah tentang kepemilikan. Mereka yang cenderung memiliki ego yang tinggi, sering kali menganggap bahwa uang dan apa pun yang mereka miliki adalah milik mereka sepenuhnya. Tidak peduli siapa yang memberi dan untuk apa hal itu seharusnya digunakan. Tentu saja, ini adalah sikap yang salah. Kita  seharusnya memahami bahwa segala sesuatu yang kita miliki, termasuk uang, adalah milik Tuhan. Tentang mengapa uang atau harta lain itu ada di tangan mereka, itu hanyalah karena Tuhan menitipkan dan memercayakan hal itu untuk mereka kelola. Mereka juga harus menyadari bahwa diri mereka sendiri pun sebenarnya juga bukan milik mereka sepenuhnya, melainkan milik Tuhan.

3. Memiliki hati yang bersyukur atas berkat Tuhan (Yeremia 9:23-24).

Begitu banyak orang merasa bangga ketika menyadari bahwa mereka k orang kaya, atau setidaknya hidup dalam kecukupan. Rasa bangga seperti itu sering kali membuat mereka merasa sombong karena mereka merasa lebih dari orang lain. Ironisnya, kesombongan ini dapat mengakibatkan hilangnya rasa syukur mereka kepada Tuhan sebagai sumber berkat. Untuk itu, penting bagi kita untuk mensyukuri setiap berkat dari Tuhan supaya tetap merendahkan diri di hadapan Tuhan. Lebih dari itu, mereka juga harus menyadari bahwa kebanggaan manusia bukanlah oleh karena kekayaan dan kebesaran yang dimilikinya, melainkan karena pengenalan mereka kepada Tuhan dan kebenaran yang ada dalam diri mereka.

4. Mengembalikan berkat yang telah Tuhan berikan (Amsal 3:9).

Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki berasal dari Tuhan dan harus dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Dengan kesadaran yang demikian, kita tidak akan menggunakan seluruh uangnya hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan Tuhan dan sesama manusia.

5. Menabung untuk masa depan dan keturunannya (Amsal 13:22).

Jika dikaji lebih dalam, firman tersebut sedang berbicara tentang pentingnya bagi seseorang untuk menyimpan sesuatu guna kebutuhan di masa yang akan datang. Bukan menjadi hal baru lagi apabila sebgian orang sulit menabung. Hal ini sangat wajar mengingat mereka  memiliki pemahaman yang terbatas untuk hal-hal seperti itu. 

6. Menjauhkan diri dari kebiasaan berutang.

"Orang miskin dikuasai oleh orang kaya; orang yang meminjam dikuasai oleh orang yang meminjamkan." Amsal 22:7, BIS

Sering kali, seseorang berutang kepada orang lain karena alasan-alasan tertentu. Jika sering dilakukan, ini akan menjadi kebiasaan dan menanamkan suatu karakter yang kurang baik. Sehubungan dengan utang piutang, firman Tuhan telah memberikan peringatan bagi orang percaya bahwa kebiasaan berutang dapat menyengsarakan pihak yang berutang dan mungkin pihak yang diutangi.

7. Mewaspadai sifat rakus dan tamak (Lukas 12:15, FAYH).

Jika kita perhatikan, manusia  adalah pribadi yang tidak mudah merasa puas. Mereka selalu menginginkan lagi dan lagi, tanpa ada batasan sedikit pun. Ketika mereka melihat teman mereka berpenampilan lebih trendi, mereka akan merasa tersaingi dan berusaha mengunggulinya. Sikap seperti ini sering kali membuat seseorang menjadi rakus. Sebab, dia ingin memiliki segalanya dan mengungguli semua orang, tidak peduli apakah hal itu merugikan orang lain atau tidak. Sikap seperti ini tentu saja tidak disukai Tuhan. Untuk itu, perlu bagi kita untuk membuka pikiran  supaya kita menjadi seorang yang merasa cukup dan bersyukur atas apa yang mereka miliki sehingga mereka tidak terbawa oleh sikap rakus dan tamak.

8. Tidak mencintai uang (1 Timotius 6:10, FAYH).

Bukan hal yang baru lagi apabila manusia sangat mencintai uang. Fakta menunjukkan bahwa ada orang-orang yang rela melakukan apa pun demi mendapatkan uang. Mereka tidak peduli apakah cara yang digunakan baik atau tidak. Jadi, merupakan hal yang baik untuk menyadari sikap terhadap uang. Kita memang membutuhkan uang untuk mencukupi kehidupannya. Namun, bukan berarti kita harus mencintai uang dan menganggap uang adalah segala-galanya sehingga harus berusaha mendapatkan uang dengan cara yang tidak sewajarnya. Sebab, uang hanyalah sebuah alat yang mempermudah kehidupan manusia, bukan penolong utama manusia. Selain itu, mencintai uang juga dapat membawa seseorang kepada dosa penyembahan berhala. Dengan mencintai uang, seseorang akan lebih mengutamakan uang daripada Tuhan.

9. Menghitung pengeluaran (Lukas 14:28).

Kita harus mampu mengatur pengeluaran kita. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan disiplin kepada kita supaya mampu menahan dari dari sifat konsumtif dan hanya membeli sesuatu yang mereka butuhkan saja.

Sumber bacaan:

1. _____________. "Alkitab dan Uang: 10 Tips Finansial berdasarkan Firman Tuhan". Dalam http://www.jawaban.com/index.php/money/detail/id/83/news/130308183720/li...

2. _____________. "Apa kata Alkitab mengenai pengaturan keuangan?". Dalam http://www.gotquestions.org/Indonesia/uang-keuangan.html

3. Keathley, J. Hampton. "Mengelola Keuangan Menurut Alkitab". Dalam http://alkitombuku.wordpress.com/2013/04/09/mengelola-keuangan-menurut-a...

Bacan Kitab Suci dan Renungan Harian, Jumat 17 September 2021

Bacan Kitab Suci dan Renungan Harian, Jumat 17 September 2021


Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar, dan rebutlah hidup yang kekal. 
Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar.
(1Tim 6:12)

Doa Pembukaan
  
Allah Bapa kami sumber kekuatan, kami bersyukur atas karya pewartaan yang telah kami terima dari Kristus. Kami mohon, bantulah kami semakin mengimani dan memahami pewartaan Putra-Mu terkasih. Semoga Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (6:2c-12)
     
  
"Hai manusia Allah, kejarlah keadilan."
       
Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini. Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah, dan curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berfikiran sehat, yang kehilangan kebenaran, yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan. Memang iman itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini, dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan pelbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan. Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hati. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Ayat. (Mzm 49:6-7.8-9.17-18.20)
  • Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?
  • Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.
  • Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
  • Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.


Bait Pengantar Injil
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
(Mat 11:25)

Inilah Injil Suci menurut Lukas (8:1-3)
     
"Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
      
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan 
 
Memuliakan Allah dengan hartamu.

Teman-teman terkasih, Berkah Dalem.
Semoga teman-teman semua dalam keadan sehat, berkelimpahan berkat, hidup berkecukupan tanpa kurang suatu apapun, Amin,

Teman-teman, Rasul Paulus dalam suratnya kepad Timotius kali ini berbicara tentang bahaya sikap cinta pada uang. Ia mengatakan ;'Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan". Barangkali ungkapan ini kemudian menimbulkan kekawatiran terrtentu dalam diri teman-teman.

Dalam periode waktu tertentu, saya sendiri mengalami pergulatan batin dengan apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Faktanya adalah bahwa kehidupan kita membutuhkan uang. Segala sesuatu dalam kehidupan kita saat ini membutuhkan uang. Untuk supaya Gereja dapat hidup pun membutuhkan uang. 

Namun, seolah-olah ada penilaian negatif tentang uang, sehingga orang beriman harus menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Sekilas nampak bahwa apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus memang mendiskreditkan uang. Namun mari kita cermati bersama, supaya kemudian kita dapat mengambil sikap yang tepat dan benar terhadap uang.

Rasul Paulus mengatakan bahwa :"Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai- bagai penderitaan".  Dalam hal ini kita dapat memahami bahwa yang menjadikan seseorang kemudian melakukan kejahatan dan jatuh dalam penderitaan adalah sikapnya sendiri terhadap uang. Uang sendiri sebagai sebuah benda atau sarana adalah netral. Ia tidak jahat atau baik. 

Oleh karena itu, semestinya kita melihat uang sebagai sebuah sarana, bukan tujuan. Yang paling penting adalah kita mengupayakan segala sesuatu yang baik, melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita dengan benar. Dan jika karena itu kita mendapatkan uang, maka itu bukan sesuatu yang perlu kita tolak. Benar kita membutuhkan uang, namun sekali lagi uang bukan tujuan hidup kita. Ia adalah sarana. Dan dalam mengupayakan sarana tersebut, kita diajak untuk melakukannya dengan cara-cara yang benar.
 
Selengkapnya tentang hal ini dapat dilihat di sini


Berlombalah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. 
(1Tim 6:12)

Marilah berdoa
Allah Bapa yang Mahakuasa, kami mohon berkatMu, supaya kami senantiasa mampu mengupayakan segala sesuatu yang baik bagi keselamatan jiwa kami dan sesama. Semoga kami senantiasa mampu mengupayakan sikap yang lepas bebas dari rasa lekat tak teratur terhadap benda-benda , dan menggunakannya semaksimal mungkin bagi kemuliaan namaMu.
Semua ini kami haturkan ke hadiratMu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa, amin.


Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Kamis 16 September 2021

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Kamis 16 September 2021. 
Doa Pembukaan
Allah yang Mahabijaksana, Engkau telah menciptakan dan menata alam ini dengan kebijaksanaan yang tak terhingga. Engkau pun telah mengajarkan kebijaksanaan sejati kepada kami. Terangilah hati kami dengan Roh Kebijaksanaan-Mu, supaya kami berpengamatan tajam dan luas. Jauhkanlah kami dari segala ketakutan dan kecemasan yang tak berfaedah, dan janganlah membiarkan kami menyeleweng karena pelbagai keinginan yang tidak teratur. Semoga kami selalu waspada terhadap bujuk rayu dan godaan yang menyesatkan.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kebijaksanaan yang sejati, supaya kami belajar mencari Engkau di dalam segala sesuatu, dan memahami peristiwa-peristiwa hidup ini sesuai dengan tata kebijaksanaan-Mu. Berilah kami kebijaksanaan sejati, agar dengan pikiran yang jernih kami dapat memilih yang terbaik, dan melangkah di jalan yang lurus, mengikuti jejak Yesus, guru kebijaksanaan sejati. Dialah Tuhan, pengantara kami.  Amin

Bacaan I ( 1 Timotius 4:12-16)
Awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu; dengan demikian engkau menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah


Mazmur Tanggapan (Mazmur 111:7-8.9.10)
Agunglah Karya Tuhan
Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
Bait Pengantar Injil (Matius 11:28)
Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan bebeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu

Bacaan Injil (Lukas 7:36-50)
Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru.""Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"awab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan
Seberapa Besar Aku Mengasihi Tuhan?

Teman-teman terkasih, Selamat pagi, Berkah Dalem!
Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat, berkelimpahan berkat.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang terkenal sebagai pendosa, yang kemudian datang kepada Yesus dan melakukan tindakan yang sungguh diluar dugaan semua orang. Ia begitu saja datang kepada Yesus, menangis, membasuh kaki Yesus dengan air matanya, dengan rambutnya dan mengolesinya dengan minyak wangi. 

Tindakan ini sangat mengejutkan, khususnya bagi Simon, orang farisi yang mengundang Yesus makan di rumahnya. Namun apa yang dikatakan oleh Yesus kemudian menjelaskan semuanya. Yesus menegaskan bahwa seorang yang sungguh bertobat, akan melakukan apa saja sebagai ungkapan syukurnya karena dosanya yang begitu besar telah diampuni. Semakin besar dosa, semakin besar rahmat pengampunan, semakin besar ungkapan syukur. 

Sesungguhnyalah ungkapan syukur tidak harus selalu datang karena pertobatan dan pengampunan. Ada banyak alasan untuk kita bersyukur setiap saat dan dengan ungkapan syukur yang besar pula. Namun seringkali kita tidak mampu memiliki rasa syukur ini, karena segalanya seolah-olah sudah semestinya dan sepantasnya terjadi. Kadang kita sulit melihat bahwa anugerah Allah itu selalu terjadi setiap hari.

Contoh sederhana, kita baru akan merasa sungguh bersyukur atas oksigen yang kita hirup saat kita melihat saudara kita sakit dan harus dibantu dengan tabung oksigen untuk bernafas. Sementara kita setiap saat tanpa henti bernafas dengan oksigen yang melimpah. Apalagi pada situasi beberapa waktu yang lalu, saat banyak pasien covid-19 meninggal karena kehabisan stok oksigen di rumah sakit, kita baru tersadar betapa oksigen dan nafas kita sudah lebih dari cukup untuk menjadi alasan bagi kita untuk selalu bersyukur. 

Tapi itulah kita, manusia. 

Maka penting bagi kita untuk senantiasa menyadari besarnya kasih Allah kepada kita setiap saat, dan mengungkapkan syukur dalam segala aktivitas kehidupan kita, setiap saat. Hanya dengan demikianlah kita dapat menunjukkan kasih kepada Allah; dengan bersyukur. 

Semoga dengan demikian juga kita semakin mampu menghormati dan menghargai orang lain siapapun mereka; menghindari sikap menghakimi, dan menerima kondisi sesama dengan ikhlas.

Semoga rasa syukur itu juga semakin membuat kita untuk  setia kepada kebenaran, dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dan menggunakan semua yang kita miliki untuk kebaikan.

Marilah kita berdoa

Allah yang Mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu sebab kasih setia-Mu terus melimpah dalam hidup kami setiap hari. Berkat tuntunan dan bimbingan-Mu segala jeripaya kami dapat berhasil dengan baik. Allah yang mahakudus, curahkan rahmat-Mu kedalam hati kami, agar kami dapat membalas segala kebaikan-Mu dalam tingkah dan perbuatan kami, yang akan menyenangkan diKau dan sesama, sepanjang hidup kami. Amin.

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Rabu 15 September 2021

Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Rabu 15 September 2021
Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita

"Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan - dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." (Lukas 2:34-35)

Tujuh dukacita Bunda Maria: Nubuat Smeon, pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir, Kanak-kanak Yesus hilang dan ditemukan di Bait Allah, Bunda Maria berjumpa degan Yesus dalam perjalananNya ke kalvari, Bunda Maria berdiri di kaki salib ketika Yesus disalibkan, Bunda Maria memangku jenazah Yesus setelah Ia diturunkan dari salib, Yesus dimakamkan. 

Doa Pembukaan
Allah Bapa kami, melalui kesaksian Bunda Maria Engkau memberi kami teladan hidup yang nyata tentang kesetiaan, ketabahan, ketulusan. Kami mohon berkatMu, semoga kami mampu meneladan sikap hidup Bunda Maria yang senantiasa taat pada kehendaMu, demi Kristus Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan I (Ibrani 5:7-9)
Kristus telah belajar menjadi taat, dan Ia menjadi pokok keselamatan abadi
Pembacaan dari Surat kepada orang Ibrani

Saudara-saudara, dalam hidupNya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkanNya dari maut. Dan karena kesalehanNya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi, sekalipun Anak Allah, Yesus telah belajar menjadi taat; dan ini ternyata dari apa yang telah dideritaNya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:2-3a, 3b-4, 5-5,15-16,20)
Reff. Agunglah Karya Tuhan

PadaMu ya Tuhan, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh keadilanMu, sendengkanlah telingaMu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku,

Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku

Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mu lah kuserahkan nyawaku, sudilah membebaskan aku, ya tuhan Allah yang setia.

Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada di dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah aku dari tangn orang-orang yang mengejarku.

Alangkah limpahnya kebajikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takwa kepada-Mu, yang telah Kau lakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung pada-Mu!

Bait Pengantar Injil (Yoh 6:64b; 69b)
Sabda-Mu ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mu lah sabda kehidupan kekal

Bacaan Injil (Yohanes 19:25-27)
Inilah anakmu! - inilah ibumu!

Waktu Yesus bergantung di salib, didekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, Maria isteri klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah ia kepada ibu-Nya, "Ibu, inilah anakmu"! Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima Ibu Yesus di dalam rumahnya.

Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus 

Renungan

Wonder Woman

Teman-teman tekasih, Berkah Dalem
Semoga kalian semua dalam keadaan sehat, berkelimpahan berkat. (doa yang sama setiap hari untuk kalian...khususnya di waktu pandemi ini ☺☺☺)

Hari ini Gereja  memperingati Santa Perawan Maria Berdukacita. 
Gelar “Bunda Dukacita” diberikan kepada Bunda Maria dengan menitikberatkan pada sengsara dan dukacitanya yang luar biasa selama sengsara dan wafat Kristus. Menurut tradisi, sengsara Bunda Maria ini tidak terbatas hanya pada peristiwa-peristiwa sengsara dan wafat Kristus; melainkan meliputi “tujuh dukacita” Maria, seperti yang dinubuatkan Nabi Simeon yang memaklumkannya kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan  - dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” (Lukas 2:34-35). 


Our Lady of Sorrows

Tujuh Dukacita Bunda Maria meliputi Nubuat Simeon, Pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir; Kanak-kanak Yesus Hilang dan Diketemukan di Bait Allah; Bunda Maria Berjumpa dengan Yesus dalam Perjalanan-Nya ke Kalvari; Bunda Maria berdiri di kaki Salib ketika Yesus Disalibkan; Bunda Maria Memangku Jenasah Yesus setelah Ia Diturunkan dari Salib; dan kemudian Yesus Dimakamkan. Secara keseluruhan, nubuat Simeon bahwa sebilah pedang akan menembus hati Bunda Maria digenapi dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, Bunda Maria terkadang dilukiskan dengan hatinya terbuka dengan tujuh pedang menembusinya. Dan yang terpenting ialah bahwa setiap dukacita diterima Bunda Maria dengan gagah berani, dengan penuh kasih, dan dengan penuh kepercayaan, seperti digemakan dalam Fiat-nya, “jadilah padaku menurut perkataan Tuhan,” yang diucapkannya pertama kali dalam peristiwa Kabar Sukacita.

Pada tahun 1482, peringatan ini secara resmi dimasukkan dalam Misale Romawi dengan gelar “Santa Perawan Maria Bunda Berbelas Kasihan,” (Our Lady of Compassion) dengan menekankan besarnya cinta kasih Bunda Maria yang diperlihatkannya dalam sengsara bersama Putranya. Kata `compassion' berasal dari kata Latin `cum' dan `patior' yang artinya “menderita bersama”. Dukacita Bunda Maria melampaui dukacita siapa pun oleh sebab ia adalah Bunda Yesus, yang bukan hanya Putranya, melainkan juga Tuhan dan Juruselamatnya; Bunda Maria sungguh menderita bersama Putranya. Pada tahun 1727, Paus Benediktus XIII memasukkan Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Berbelas Kasihan dalam Penanggalan Romawi, yang jatuh pada hari Jumat sebelum Hari Minggu Palma. Peringatan ini kemudian ditiadakan dengan revisi penanggalan yang diterbitkan dalam Misale Romawi tahun 1969.

Pada tahun 1668, peringatan guna menghormati Tujuh Dukacita Maria ditetapkan pada hari Minggu setelah tanggal 14 September, yaitu Pesta Salib Suci. Peringatan ini kemudian disisipkan dalam penanggalan Romawi pada tahun 1814, dan Paus Pius X menetapkan tanggal yang permanen, yaitu tanggal 15 September sebagai Peringatan Tujuh Duka Santa Perawan Maria (yang sekarang disederhanakan menjadi Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita). Penekanan utamanya di sini adalah Bunda Maria yang berdiri dengan setia di kaki salib di mana Putranya meregang nyawa; seperti dicatat dalam Injil St. Yohanes, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: `Ibu, inilah, anakmu!' Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: `Inilah ibumu!'” (Yohanes 19:26-27). Konsili Vatikan Kedua dalam Konstitusi Dogmatis Tentang Gereja menulis, “…ia sesuai dengan rencana Allah berdiri di dekatnya. Di situlah ia menanggung penderitaan yang dahsyat bersama dengan Putranya yang tunggal. Dengan hati keibuannya ia menggabungkan diri dengan korban-Nya, yang penuh kasih menyetujui persembahan korban yang dilahirkannya.” (#58).

St. Bernardus (wafat tahun 1153) menulis, “Sungguh, ya Bunda Maria, sebilah pedang telah menembus hatimu…. Ia wafat secara jasmani oleh karena kasih yang jauh lebih besar daripada yang dapat dipahami manusia. Bunda-Nya wafat secara rohani oleh karena kasih seperti yang tak dapat dibandingkan selain dengan kasih-Nya.” (De duodecim praerogatativs BVM).

Dengan menekankan belas kasihan Bunda Maria, Bapa Suci kita, Paus Yohanes Paulus II, mengingatkan umat beriman, “Bunda Maria yang Tersuci senantiasa menjadi penghibur yang penuh kasih bagi mereka yang mengalami berbagai penderitaan, baik fisik maupun moral, yang menyengsarakan serta menyiksa umat manusia. Ia memahami segala sengsara dan derita kita, sebab ia sendiri juga menderita, dari Betlehem hingga Kalvari. 'Dan jiwa mereka pula akan ditembusi sebilah pedang.' Bunda Maria adalah Bunda Rohani kita, dan seorang ibunda senantiasa memahami anak-anaknya serta menghibur dalam penderitaan mereka. Dengan demikian, Bunda Maria mengemban suatu misi istimewa untuk mencintai kita, misi yang diterimanya dari Yesus yang tergantung di Salib, untuk mencintai kita selalu dan senantiasa, dan untuk menyelamatkan kita! Lebih dari segalanya, Bunda Maria menghibur kita dengan menunjuk pada Dia Yang Tersalib dan Firdaus!” (1980).

Oleh sebab itu, sementara kita menghormati Bunda Maria, Bunda Dukacita, kita juga menghormatinya sebagai murid yang setia dan teladan kaum beriman. Marilah kita berdoa seperti yang didaraskan dalam doa pembukaan Misa merayakan peringatan ini: “Bapa, sementara PutraMu ditinggikan di atas salib, Bunda-Nya Maria berdiri di bawah kaki salib-Nya, menanggung sengsara bersama-Nya. Semoga Gereja-Mu dipersatukan dengan Kristus dalam Sengsara dan Wafat-Nya, sehingga beroleh bagian dalam kebangkitan-Nya menuju hidup baru.” Dengan meneladani Bunda Maria, semoga kita pun dapat mempersatukan segala penderitaan kita dengan sengsara Kristus, serta menghadapinya dengan gagah berani, penuh kasih dan kepercayaan.   

sumber : “Straight Answers: Mother of Sorrows” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2003 Arlington Catholic Herald.  All rights reserved; www.catholicherald.com
diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

Teman-teman terkasih, Bunda Maria memberi kita teladan yang luar biasa. Bunda Maria adalah pribadi yang sungguh taat dan setia kepada Allah. Menerima kodrat sebagai Bunda Yesus yang telah digambarkan sebagai pilihan yang berat, Bunda Maria tidak pernah mengeluh, melainkan berpasrah dengan berkata; "aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu". 

Semoga teladan Bunda Maria memberi kita kekuatan, untuk selalu setia kepada Allah, khususnya dalam situasi hidup yang sulit dan berat yang sedang kita hadapi.

Dengan perantaraan Bunda Maria, marilah kita berdoa

Ya Santa Perawan yang berduka, ya jiwa yang mulia dalam keutamaan-keutamaan, seperti nyata dalam dukacitamu; keduanya, yang satu dan yang lainnya, memancar dari kobaran api yang bernyala-nyala dalam hatimu karena Tuhan, satu-satunya kekasih hatimu!

Bunda, berbelas-kasihanlah kepadaku, yang belum mengasihi Tuhan, melainkan telah begitu sering menghina-Nya. Dukacitamu, sungguh, meyakinkanku akan pengampunan, namun itu saja tidak cukup. Aku rindu mengasihi Tuhan. Siapakah gerangan yang dapat memperolehkan rahmat itu bagiku jika bukan engkau, yang adalah Bunda dari Kasih yang Mahakudus! Ya Maria, engkau menghibur semua orang; anugerahilah aku juga dengan penghiburan-penghiburanmu. Amin.


Devosi Tujuh Duka Santa Perawan Maria

Dekat Salib,
berdiri Bunda yang berduka berurai airmata,
dekat dengan Yesus, akhirnya.

Walau sukacita jiwa telah sirna,
didera derita, dirundung duka,
masih pula sebilah pedang menembusinya.

Oh betapa pilu dan pedih.
Adakah itu Bunda yang terberkati,
dari seorang Putra yang tunggal!
Wahai ratapan bisu yang tak kunjung henti,
wahai mata pudar, yang tak pernah lagi bersinar
dari Putra menawan yang penuh sengsara!

Bunda Kristus yang terkasih memandang,
dalam sengsaranya yang sungguh dahsyat,
Siapakah yang lahir dari seorang perempuan yang tidak akan menangis?
Bunda Kristus yang terkasih merenungkan,
piala sengsara yang harus direguknya,
adakah yang tak hendak berbagi sengsara dengannya?

Oleh sebab dosa-dosa bangsa-Nya sendiri,
ia melihat-Nya tergantung dalam kehinaan
hingga Ia menyerahkan RohNya;
dihancur-binasakan, dinistakan, dikutuk, dihujat;
ia memandang Putranya yang lemah lembut,
sekujur tubuh-Nya terkoyak payah berlumuran darah akibat penderaan.

Wahai, engkau Bunda sumber belas kasih.
Sentuhlah rohku dari atas sana,
jadikan hatiku serupa hatimu.
Buatlah aku merasa seperti engkau merasa;
buatlah jiwaku bernyala-nyala dan lebur
dalam kasih Kristus, Tuhan-ku.

Bunda Tersuci, tembusilah hatiku.
Dalam hatiku, biarlah setiap luka memulihkan Juruselamat-ku yang tersalib.
Perkenankanlah aku berbagi bersamamu sengsara-Nya;
Ia, yang dihukum mati demi dosa-dosaku,
Ia, yang wafat disiksa demi aku.
Perkenankanlah airmataku berbaur dengan airmatamu,
meratapi Dia yang meratapi aku,
setiap hari sepanjang masa hidupku.
Dekat salib aku tinggal bersamamu,
di sana menangis dan berdoa bersamamu,
hanya itu yang kuminta daripadamu.

Perawan dari segala perawan yang terberkati,
sudi dengarkanlah permohonanku yang sangat;
perkenankanlah aku turut serta dalam dukacita ilahimu.
Perkenankanlah aku hingga akhir hayatku,
dalam tubuhku menanggung wafat
Putramu yang meregang nyawa.
Luka dengan segenap bilur-bilur-Nya,
benamkanlah jiwaku hingga larut sepenuhnya
dalam Darah-Nya.

Dekatlah aku, ya Santa Perawan,
kalau-kalau aku terbakar dan mati dalam kobaran api
pada murka hari penghakiman-Nya.

Kristus, sebab itu, apabila Engkau memanggilku kelak,
BundaMu adalah perlindunganku,
Salib-Mu adalah kemenanganku.

Walau tubuhku lebur dalam debu,
kiranya jiwaku boleh memuliakan kebajikan-Mu;
aman bersama-Mu di surga.

Amin