Bacaan Kitab Suci dan Renungan Harian, Kamis 16 September 2021.
Doa Pembukaan
Allah yang Mahabijaksana, Engkau telah menciptakan dan menata alam ini dengan kebijaksanaan yang tak terhingga. Engkau pun telah mengajarkan kebijaksanaan sejati kepada kami. Terangilah hati kami dengan Roh Kebijaksanaan-Mu, supaya kami berpengamatan tajam dan luas. Jauhkanlah kami dari segala ketakutan dan kecemasan yang tak berfaedah, dan janganlah membiarkan kami menyeleweng karena pelbagai keinginan yang tidak teratur. Semoga kami selalu waspada terhadap bujuk rayu dan godaan yang menyesatkan.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kebijaksanaan yang sejati, supaya kami belajar mencari Engkau di dalam segala sesuatu, dan memahami peristiwa-peristiwa hidup ini sesuai dengan tata kebijaksanaan-Mu. Berilah kami kebijaksanaan sejati, agar dengan pikiran yang jernih kami dapat memilih yang terbaik, dan melangkah di jalan yang lurus, mengikuti jejak Yesus, guru kebijaksanaan sejati. Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin
Bacaan I ( 1 Timotius 4:12-16)
Awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu; dengan demikian engkau menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan (Mazmur 111:7-8.9.10)
Agunglah Karya Tuhan
Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
Bait Pengantar Injil (Matius 11:28)
Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan bebeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu
Bacaan Injil (Lukas 7:36-50)
Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru.""Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"awab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Seberapa Besar Aku Mengasihi Tuhan?
Teman-teman terkasih, Selamat pagi, Berkah Dalem!
Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat, berkelimpahan berkat.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang terkenal sebagai pendosa, yang kemudian datang kepada Yesus dan melakukan tindakan yang sungguh diluar dugaan semua orang. Ia begitu saja datang kepada Yesus, menangis, membasuh kaki Yesus dengan air matanya, dengan rambutnya dan mengolesinya dengan minyak wangi.
Tindakan ini sangat mengejutkan, khususnya bagi Simon, orang farisi yang mengundang Yesus makan di rumahnya. Namun apa yang dikatakan oleh Yesus kemudian menjelaskan semuanya. Yesus menegaskan bahwa seorang yang sungguh bertobat, akan melakukan apa saja sebagai ungkapan syukurnya karena dosanya yang begitu besar telah diampuni. Semakin besar dosa, semakin besar rahmat pengampunan, semakin besar ungkapan syukur.
Sesungguhnyalah ungkapan syukur tidak harus selalu datang karena pertobatan dan pengampunan. Ada banyak alasan untuk kita bersyukur setiap saat dan dengan ungkapan syukur yang besar pula. Namun seringkali kita tidak mampu memiliki rasa syukur ini, karena segalanya seolah-olah sudah semestinya dan sepantasnya terjadi. Kadang kita sulit melihat bahwa anugerah Allah itu selalu terjadi setiap hari.
Contoh sederhana, kita baru akan merasa sungguh bersyukur atas oksigen yang kita hirup saat kita melihat saudara kita sakit dan harus dibantu dengan tabung oksigen untuk bernafas. Sementara kita setiap saat tanpa henti bernafas dengan oksigen yang melimpah. Apalagi pada situasi beberapa waktu yang lalu, saat banyak pasien covid-19 meninggal karena kehabisan stok oksigen di rumah sakit, kita baru tersadar betapa oksigen dan nafas kita sudah lebih dari cukup untuk menjadi alasan bagi kita untuk selalu bersyukur.
Tapi itulah kita, manusia.
Maka penting bagi kita untuk senantiasa menyadari besarnya kasih Allah kepada kita setiap saat, dan mengungkapkan syukur dalam segala aktivitas kehidupan kita, setiap saat. Hanya dengan demikianlah kita dapat menunjukkan kasih kepada Allah; dengan bersyukur.
Semoga dengan demikian juga kita semakin mampu menghormati dan menghargai orang lain siapapun mereka; menghindari sikap menghakimi, dan menerima kondisi sesama dengan ikhlas.
Semoga rasa syukur itu juga semakin membuat kita untuk setia kepada kebenaran, dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dan menggunakan semua yang kita miliki untuk kebaikan.
Marilah kita berdoa
Allah yang Mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu sebab kasih setia-Mu terus melimpah dalam hidup kami setiap hari. Berkat tuntunan dan bimbingan-Mu segala jeripaya kami dapat berhasil dengan baik. Allah yang mahakudus, curahkan rahmat-Mu kedalam hati kami, agar kami dapat membalas segala kebaikan-Mu dalam tingkah dan perbuatan kami, yang akan menyenangkan diKau dan sesama, sepanjang hidup kami. Amin.
Maka penting bagi kita untuk senantiasa menyadari besarnya kasih Allah kepada kita setiap saat, dan mengungkapkan syukur dalam segala aktivitas kehidupan kita, setiap saat.
BalasHapus