Bacan Kitab Suci dan Renungan Harian, Jumat 17 September 2021

Bacan Kitab Suci dan Renungan Harian, Jumat 17 September 2021


Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar, dan rebutlah hidup yang kekal. 
Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar.
(1Tim 6:12)

Doa Pembukaan
  
Allah Bapa kami sumber kekuatan, kami bersyukur atas karya pewartaan yang telah kami terima dari Kristus. Kami mohon, bantulah kami semakin mengimani dan memahami pewartaan Putra-Mu terkasih. Semoga Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (6:2c-12)
     
  
"Hai manusia Allah, kejarlah keadilan."
       
Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini. Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah, dan curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berfikiran sehat, yang kehilangan kebenaran, yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan. Memang iman itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini, dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan pelbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan. Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hati. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Ayat. (Mzm 49:6-7.8-9.17-18.20)
  • Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?
  • Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.
  • Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
  • Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.


Bait Pengantar Injil
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
(Mat 11:25)

Inilah Injil Suci menurut Lukas (8:1-3)
     
"Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
      
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan 
 
Memuliakan Allah dengan hartamu.

Teman-teman terkasih, Berkah Dalem.
Semoga teman-teman semua dalam keadan sehat, berkelimpahan berkat, hidup berkecukupan tanpa kurang suatu apapun, Amin,

Teman-teman, Rasul Paulus dalam suratnya kepad Timotius kali ini berbicara tentang bahaya sikap cinta pada uang. Ia mengatakan ;'Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan". Barangkali ungkapan ini kemudian menimbulkan kekawatiran terrtentu dalam diri teman-teman.

Dalam periode waktu tertentu, saya sendiri mengalami pergulatan batin dengan apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Faktanya adalah bahwa kehidupan kita membutuhkan uang. Segala sesuatu dalam kehidupan kita saat ini membutuhkan uang. Untuk supaya Gereja dapat hidup pun membutuhkan uang. 

Namun, seolah-olah ada penilaian negatif tentang uang, sehingga orang beriman harus menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Sekilas nampak bahwa apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus memang mendiskreditkan uang. Namun mari kita cermati bersama, supaya kemudian kita dapat mengambil sikap yang tepat dan benar terhadap uang.

Rasul Paulus mengatakan bahwa :"Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai- bagai penderitaan".  Dalam hal ini kita dapat memahami bahwa yang menjadikan seseorang kemudian melakukan kejahatan dan jatuh dalam penderitaan adalah sikapnya sendiri terhadap uang. Uang sendiri sebagai sebuah benda atau sarana adalah netral. Ia tidak jahat atau baik. 

Oleh karena itu, semestinya kita melihat uang sebagai sebuah sarana, bukan tujuan. Yang paling penting adalah kita mengupayakan segala sesuatu yang baik, melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita dengan benar. Dan jika karena itu kita mendapatkan uang, maka itu bukan sesuatu yang perlu kita tolak. Benar kita membutuhkan uang, namun sekali lagi uang bukan tujuan hidup kita. Ia adalah sarana. Dan dalam mengupayakan sarana tersebut, kita diajak untuk melakukannya dengan cara-cara yang benar.
 
Selengkapnya tentang hal ini dapat dilihat di sini


Berlombalah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. 
(1Tim 6:12)

Marilah berdoa
Allah Bapa yang Mahakuasa, kami mohon berkatMu, supaya kami senantiasa mampu mengupayakan segala sesuatu yang baik bagi keselamatan jiwa kami dan sesama. Semoga kami senantiasa mampu mengupayakan sikap yang lepas bebas dari rasa lekat tak teratur terhadap benda-benda , dan menggunakannya semaksimal mungkin bagi kemuliaan namaMu.
Semua ini kami haturkan ke hadiratMu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa, amin.


1 komentar:

  1. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai- bagai penderitaan.

    BalasHapus

silahkan berbagi doa, ungkapan hati dan komentar. Sharing pengalaman iman juga boleh. Semoga menjadi berkat